MEMUPUK KEMBALI RASA NASIONALIS
17/08/08
DIRGAHAYU INDONESIAKU…
“Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira, diseluruh pantai Indonesia, kau tetap pujaan bangsa, siapa berani menurunkan dikau segenap rakyatmu membela, Sang merah putih yang perwira berkibarlah selama-lamanya…”
Dirgahayu Republikku...
Sudah 63 tahun negaraku lahir, begitu besar dan berarti. Tertanda dengan berkibarnya bendera, Sang saka merah putih yang gagah dan perwira. Seperti nyayian ‘berkibarlah benderaku’, bergetar dan syahdu ketika didengar.
Hari ini, ketika penulis melihat dikibarkannya Merah Putih di istana merdeka, ketika sekumpulan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka menjalankan tugasnya, seketika perasaan bangga menjadi anak bangsa ini tersemat didalam hati. Tersadar bahwa aku adalah bagian dari bangsa yang besar, bangsa merah putih…
Rasa nasionalis begitu penting dimiliki seluruh anak bangsa, kenapa..? biang dari segala loyalitas dan kontribusi terhadap bangsa dan negara adalah rasa nasionalis. Bagaimana jiwa kita bergetar ketika setiap Merah Putih dikibarkan dengan damainya, ketika Indonesia Raya dinyanyikan dengan khidmatnya. Seperti kebanggan ketika pagi ini secara nasional disiarkan pengibaran Sang saka merah putih didepan elemen bangsa, didepan para duta negara dunia. Hem.. dan yang paling membanggakan ketika malam sebelumnya merah putih dikibarkan di paling atas dan indonesia raya di nyanyikan di kota Beijing ketika emas olimpiade berhasil direbut pasangan bulutangkis Hendra Setiawan dan Markis Kido. Sungguh begitu hebatnya negeri ini.
Suatu kebanggan akan membawa aura semangat dan dukungan terhadap suatu kemajuan. Semangat dan dukungan terhadap kemajuan bangsa dan negara. Dan kebanggaan itu tercermin dari sikap nasionalis terhadap bangsa ini.
Terkadang ketika kita berbicara tentang nasionalis, sesuatu yang begitu usang untuk dikuak, dan hal yang ga penting untuk didengar. Untuk itu penulis bertujuan mengingatkan kembali akan kenangan nasionalis tersebut kepada pembaca. Karena keyakinan saya, sikap negatif yang selama ini terjadi pada bangsa ini, seperti korupsi, teroris dan pencurian kekayaan negara adalah kurangnya kesadaran akan memiliki bengsa ini, kekurangan kesadaran akan rasa nasionalis. Dan hal tersebut sedini mungkin harus dibenahi, pembenahan tersebut hanya dapat dilakukan dengan memberikan kesadaran akan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.
Realita yang menimpa bangsa ini terutama generasi muda adalah sikap apatis terhadap bangsa dan negara. Sedikitnya dukungan kita terhadap negara mengakibatkan pudarnya kepedulian kita terhadap masalah bangsa. Hal tersebut akan menjadi masalah karena sekecil apapun dukungan kita akan memberikan aura yang positif bagi kemajuan bangsa, dan terlepas dari itu kita merupakan aset dan harapan terbesar bangsa***
Ada cerita menarik di blog yang biasa saya baca, mahasiswa yang sedang kuliah S2 di luar memasang ringtone ‘Indonesia Raya’ untuk SMS masuk di HPnya, nah suatu hari ketika sedang naik angkutan umum berangkat kuliah HPnya bunyi dan kebetulan disitu ada penumpang yang juga orang Indonesia, sewaktu HP nya bunyi si Orang itu lagsung berdiri dan menyuruh mahasiswa untuk tidak menghentikan bunyi rington nya dan yang paling syok, si orang itu ikut nyanyi sambil tanganya hormat ke atas. Wow, luar biasa.
Hal tersebut menarik buat saya, bukan atas reflek si orang tersebut berdiri sembari hormat menatap keatas namun terlihat kenangan yang didapatnya ketika mendengar lagu Indonesia Raya yang sudah lama tak didengarnya. Dan hal tersebut mencerminkan kerinduan yang besar terhadap tanah air.***
Tidak perlu jauh pergi ke negara lain untuk melihat seberapa besar sikap nasionalis kita, karena sikap tersebut dimanapun dan kapanpun dapat dipupuk. hal yang diperlukan adalah kesadaran, klasiknya adalah kesadaran akan berbangsa dan bernegara. Menjadi pribadi sosial yang menghargai Hak Orang lain dan menghormati hak bangsa. Senantiasa menghargai sejarah dan menjadikannya sebagai hikmah, artinya yang baik perlu ditiru dan dikembangkan sedangkan yang buruk perlu di eliminasi dari perbutan.
Mudah-mudahan kita sebagai generasi muda, generasi harapan bangsa ini kedepan mampu menjadi fajar yang terbit setelah sekian lama gelap membekap. Menjadi generasi yang tidak hanya pandai berkritik dan menghujat, namun generasi yang mampu memberikan solusi atas dasar dukungan yang sehat terhadap berjalannya pemerintahan di negeri ini.
Selamat ulang tahun Indonesia
Doa dan doa senantiasa untukmu…
Hadi.purnomo/kajian BOE
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar